Baju Adat Beskap Jawi Jangkep Ini Dipakai pada HUT ke-66 Jateng

SEKITARPANTURA.COM,JATENG - Upacara bendera pada Peringatan Hari Jadi ke-66 Provinsi Jawa Tengah bakal diselenggarakan di Lapangan Pancasila (Simpanglima), Senin (15/8). Pada upacara ini, nantinya PNS diimbau untuk memakai pakaian adat Jawa Tengah.

Pakaian adat yang digunakan tersebut adalah Beskap Jawi Jangkep, lengkap dengan blangkon, keris, dan selop. 

Busana Jawi Jangkep ini, merupakan seperangkat pakaian lelaki Jawa yang terdiri dari baju beskap dengan motif kembang-kembang, destar atau blankon yang digunakan di kepala, kain samping jarik, stagen untuk mengikat kain samping, dan keris serta alas kaki (cemila).

Pakaian adat ini, merupakan pakaian khas Jawa Tengah yang berasal dari pakaian kaum bangsawan dan keuarga keraton Surakarta. Pakaian ini berfungsi sebagai pakaian pada acara-acara adat dan acara resmi keraton. 

Pakaian ini juga merupakan simbol-simbol yang mengandung makna-makna filosofis. Penutup kepala atau blankon ini bermakna bahwa laki-laki Jawa harus memiliki pikiran yang teguh dan tidak mudah terombang-ambing. 


foto/kebudayaanindonesia.net


Pakaian beskap selalu memilki benik atau kancing di sebelah kiri dan kanan yang bermakna, lelaki Jawa harus memperhitungkan segala perbuatan yang dilakukan dengan cermat dan hati-hati. 

Kemudian, kain jarik atau wiru jarik yang dipakai dengan melipat pinggiran secara vertikal dengan maksud agar jarik tidak terlepas dari wirunya. Maknanya adalah agar para lekaki Jawa jangan sampai melakukan sesuatu dengan keliru. Segala hal harus dilakukan dengan benar agar memperoleh hasil yang baik. 

Sedangkan keris yang dikenakan di bagian belakang pinggang pakaian ini bermakna bahwa manusia harus selalu bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan mampu menolak semua godaan setan yang menyesatkan manusia. Selain itu keris juga menjadi lambang kejantanan dan keperkasaan seorang lelaki Jawa.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Baju Adat Beskap Jawi Jangkep Ini Dipakai pada HUT ke-66 Jateng"

Post a comment