Bukti Prawoto Pernah jadi Pusat Pemerintahan Kembali Ditemukan

SEKITARPANTURA.COM, PATI – Para peneliti muda Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo meyakini bahwa Prawoto tak hanya desa kecil di pinggiran Kabupaten Pati. Mereka yakin, desa yang mereka tinggali memiliki nilai sejarah yang kuat bahkan pernah menjadi pusat peradaban. 

Keyakinan itupun tak hanya mencakup Prawoto sebagai salah satu pusat Kraton Demak. Dalam pencarian terbaru, sejumlah pemuda yang tergabung dalam ikatan remaja masjid (Irmas) Wali Kauman Prawoto kembali menemukan bukti pernah dijadikannya Prawoto sebagai pusat pemerintahan.

Bukti itu mereka dapatkan dari Kantor Urusan Agama (KUA) Sukolilo II. Keunikan sudah terlihat dari letaknya, meski di pinggiran, namun Prawoto memang memiliki KUA kantor tersendiri. KUA tersebut bahkan disinyalir lebih tua dari KUA yang sekarang ini ada. Tak hanya melayani warga Desa Prawoto dan sekitarnya, rupanya banyak berasal dari warga dengan lokasi yang cukup jauh. 


Sejumlah pemuda ikatan remaja masjid (Irmas) Wali Kauman Prawoto saat melakukan digitalisasi dokumen lawas di KUA Sukolilo II. Foto : Ist


Saat melakukan digitalisasi naskah lawas yang masih tersisa disana, mereka menemukan adanya catatan nikah tertulis domisili yang menunjukkan beberapa tempat dari luar Prawoto, seperti dari Kabupaten Kudus dan Grobogan. Catatan pernikahan mereka terdapat di Prawoto. 

“Selain dari bukti catatan, kami juga menemukan adanya saksi yang berasal dari Kecamatan Undaan, Kudus hingga Kecamatan Purwodadi, Grobogan,” terang Ali Romdhoni, peneliti sejarah yang juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Usia catatan pernikahan itu sendiri terlihat cukup tua. Mereka menemukan setidaknya terhitung mulai tahun 1936 atau sebelum kemerdekaan. Dalam catatan nikah itu tertulis masih menggunakan huruf Arab Pegon sehingga memunculkan keunikan tersendiri. 

Selain berusia cukup tua, pria yang karib disapa Dhoni mengungkapkan bahwa keberadaan arsip lawas ini sangat berharga karena turut meneguhkan Prawoto pernah menjadi pusat peradaban pada masa lampau. 

“Setidaknya ada tiga catatan penting yang bisa digarisbawahi tentang keberadaan arsip lawas ini. Yakni pembuktian kedudukan Prawoto sebagai pusat pemerintahan, bukti Prawoto pada masa lampau didominasi oleh kaum santri, serta keistimewaan penggunaan huruf arab pegon yang pernah menjadi  huruf administrasi negara pada masanya,”jelas sejarawan yang juga penulis buku Istana Prawoto tersebut. 

Danang Puji Atmojo, Ketua Irmas Wali Kauman Prawoto, menyebut kerja digitalisasi seperti ini penting dan menjadi tanggung jawab moral bagi generasi muda.

“Kami meyakini, bahwa usaha digitalisasi arsip-arsip lawas seperti ini akan menghasilkan data penting di kemudian hari. Lebih-lebih dengan usianya yang cukup tua, jika tidak di-digitalisasi arsip ini akan rentan rusak atau bahkan hilang,” ujar Mahasiswa Ilmu Politik UNNES ini.

Penemuan dan digitalisasi ini akan menjadi bukti tertulis yang bisa digunakan sebagai bahan kajian akademik dan riset lebih lanjut bagi para peneliti.

Sementara itu Ahmad Saifuddin, Kepala KUA Sukolilo II mengapresiasi langkah kawula muda yang masih peduli dengan arsip berharga tersebut. Dulu pihaknya mengaku harus menyiasati memilah, menyeleksi, dan menata secara manual sesuai catatan tahun demi mempertahankan data. 

“Kami mencoba memberikan data sebaik dan sebisa mungkin. Kami berharap melalui kegiatan digitalisasi arsip ini turut memantik semangat kawula muda agar mau mempertahankan data-data seperti ini,” pungkasnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bukti Prawoto Pernah jadi Pusat Pemerintahan Kembali Ditemukan"

Post a comment